
Memang sih diantara masalah diatas memang menjadi bagian dari problematika yang dihadapi remaja tapi apa ya .. yang paling punya side efek terbesar untuk remaja ..aHa....!!!
Decky Zulkarnain S.Sos,I, M.M, saat ini aktif sebagai pembimbing rohani sekaligus trainer di Badan Koordinasi Bimbingan dan Rohani Islam Nasional (BKBRIN) yang berpusat di Jakarta. Selain sebagai Trainer Remaja Modul (Motivasi, Team Work, Religious) kini tengah meniti karir sebagai guru Bimbingan Konseling di SMA Labschool Cinere. Sekaligus Pemilik dari Al-Amanah Advertising>>>
Assalamu'alaikum wr. wb.. Selamat datang di Decky's Blog dan selamat berpetualang di blog kami yang kaya akan materi-materi coaching, tips dan trik seputar motivasi dan inspirasi hidup yang lahir dari beragam pengalam maupun studi kasus atas berbagai fenomena menarik yang penuh hikmah >>>



Berikut ini adalah saran-saran bagi konselor dalam mengaplikasikan teori self-efficacy dalam praktek konseling.
Semakin kuat persepsi self efficacy semakin giat dan tekun usaha-usahanya. Ketika mengahadapi kesulitan, individu yang mempunyai keraguan diri yang besar tentang kemampuannya akan mengurangi usaha-usaha atau menyerah sama sekali. Sedangkan mereka yang mempunyai perasaan efficacy yang kuat menggunakan usaha yang lebih besar untuk mengatasi tantangan (Bandura 1986). Penilaian kemampuan sangat penting bagi individu, individu yang menilai terlalu tinggi kemampuannya bila melakukan kegiatan yang tidak dapat diraih akibatnya ia mengalami kesulitan untuk menurunkan kredibilitasnya dan menderita kegagalan. Sebaliknya individu yang menilai terlalu rendah kemampuannya akan membatasi dirinya dari pengalaman yang menguntungkan, untuk itu individu harus memperoleh pengetahuan diri berkenan dengan kemampuan, kecakapan fisik, dan keterampilan untuk mengatasi situasi-situasi yang dijumpainya sehari-hari.
UUUUUUhhhh subhanallah semester ini adalah semester yang berat ternyata berpisah dengan sahabat dan orang yang dekat dengan kita bukanlah hal mudah.. untuk dilewati. Namun perpisahan adalah sebuah keniscayaan karena cepat atau lambat kitapun akan berpisah dengan orang yang kita sayangi, dengan sahabat yang kita kagumi...Tinggal waktu dan ruang yang kita tunggu untuk memisahkan kita dengan mereka pertanyaan besarnya adalah sudahkah kita siap menghadapi sebuah perpisahan.... karena tuntutan dari perpisahan adalah adaptasi sehingga siap atau tidaknya kita menghadapinya tergantung dari kemampuan kita untuk dapat beradaptasi dengan baik dan cepat ataukah tidak
Madesu alias masa depan suram. Pernah berfikir bahwa apa yang kita lakukan seakan tidak akan memberi manfaat lebih, kuliah merasa seakan salah jurusan, jurusan yang diambil tidak memiliki nilai jual dan diserap pasar, gak punya duit buat modal, gak bisa kuliah, ketermapilan gak punya, chanel gak ada wah pokoknya lengkap dah penderitaan.
Ada yang salah, kecewa dengan sikap sahabat anda, ingin memperbaiki keadaan ? KRITIK DIA
Setengah dari hidup kita dibentuk dari masa lalu, peristiwa tidak menyenangkan, traumatik, kenangan buruk, intimidasi akan banyak mempengaruhi keputusan hidup kita.
Anak ini cukup tampan perangainya pun enak dilihat namun, satu hal yang membuat hidupnya selalu merasa kurang arti adalah kecelakaan yang terjadi 3 tahun silam yang membuat salah satu organ tubuhnya tidak Nampak sempurna meskipun masih berfungsi secara normal. Self esteem yang rendah membuatnya merasa tersisihkan dala pergaulannya sehari-hari. Seringkali ia merasa orang tidak sempurna bahkan tidak ragu-ragu lagi ia menyebut dirinya sebagai anak cacat meskipun tidak Nampak kecacatan itu. Sudah sekian lama ia memendam rasa kecewa dalam dirinya lantaran cacat yang ia derita terlebih jika teman-teman bermainnya mulai meledek ‘ngecengin’ si tangan bengkok. Kemarahannyapun memuncak ketika suatu hari dikala hujan deras memaksa kami berteduh di koridor sekolah. Dikala itu teman satu angkatan berkumpul sambil berkelakar ria, mulailah canda dan saling ‘ngecenging’ keluar dari kata-kata kami. Sebutan si kepala besar, rahang buaya hingga si tangan bengkok. Ejekan itu rupanya memancing emosinya terdorong rasa malu karena di ejek teman se angkatan ia mulai memaki dan dengan emosinya, “anjing-anjing luh semua” tegurnya. Tak disangka salah satu teman kami naik pitam dan kemudian mulai menghardik balik dan tejadilah adu dorong dengan emosi ingin saling memukul. Meskipun telah dipisahkan rasa sakit hati dan malu mengungkit luka lama, I berujar “gua gak butuh luh semua, luh cuman bisa manfaatin gua”. Rasa kecewa mendalam itu akhirnya membuat ia memutuskan untuk berhenti sekolah menjauhi masalah dan seluruh teman yang dibencinya. Kesimpulan itu terucap ketika sesampainya dirumah ia menangis sejadi-jadinya disaksikan oleh sang ibu yang penuh tanda tanya, ‘ada apa dengan anaknya?’Sponsored by Hyperic System Management. Designed by Adii. Converted to Blogger Templates by eBlog Templates