

Ujian Penting Yah
Dalam waktu satu tahun saja secara formal baik sekolah tingkat dasar hingga tingkat universitas kita selalu di uji tidak hanya tiap semester bahkan tiap triwulan hingga tiap minggu, Dahsyat !!!Terus pentingnya apa kita diuji sih.... Kalo ujian itu punya esensi yang baik kenapa setiap kali ujain itu datang semua orang yang mengalaminya selalu mengeluh karenanya...
Banyak alasan; capek, males, bete, merasa diragukan kredibilitasnya karena harus diuji terus dan beribu alasan lainnya...
Apakah kita mempunyai tipikal orang yang lari dari tanggungjawab karena ujianpun berhubungan dengan tanggungjawab kita selama proses belajar dimulai.
Kita sering melihat ataukah menjadi bagian dari kecurangan pula dalam proses ujian; nyontek, bocoran dsb. sehingga memerlukan SMS alias Super Maksimum Security
Tidakkah kita memahami esensi dari UJIAN itu sendiri yang bertujuan untuk menguji seseorang naik ke level berikutnya. Ujian dibuat untuk membuktikan kelayakan seseorang menempati level yang lebih tinggi, apakah ia memiliki kompetensi sesuai seperti yang diharapkan atau tidak.
Bagi yang lulus, mereka akan mendapatkan jenjang yang lebih tinggi dan bagi yang tidak akan dipastikan tersingkirkan. Namun berhatihatilah bagi yang ingin mencurangi proses ini maka jika ia lulus pada suatu level yang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya maka di level tersebut ia akan dipastikan mengalami kesulitan karena tantangan yang akan dihadapinya jauh lebih sulit dari fase sebelumnya.
So, Jangan Ngeribetin diri dengan membohongi diri sendiri
Keep Try and Be The Honest One

PRompt

Sandarkan Tanggamu pada Dinding yang Kokoh

bayangkan jika anda naik anak tangga selangkah demi langkah menuju ke atas namun tiba-tiba disaat kita hampir saja mencapai tujuan anak tangga terakhir tiba-tiba dinding tempat tangga itu disandarkan runtuh..... waduh
begitulah pertimbangan jika anda merintis menaiki anak tangga karir anda, pastikan terlebih dahulu bahwa anda berada pada dinding-dinding institusi yang kokoh sebab jika tidak, jangan sampai anda menghabiskan waktu lama, investasi yang panjang, hingga usaha keras jika hasilnya adala sia-sia. tiba-tiba runtuh; bangkrut, reorganisasi, akuisisi, resuffle dsb.

Sandarkan Tanggamu pada Dinding yang Kokoh
Jika anda sedang meretas karier, meniti langkah demi langkah pada proses level yang anda inginkan telah sekian lama anda menunggu, memperkaya diri, memupuk skill, menunggu giliran. Hati hati betapa sangat kecewa jika pada ujung upaya ternyata dindingnya runtuh, perusahaan anda bangkrut, terjadi resuffle seakan sia-sia kita menghabiskan waktu dan berkorban banyak tanpa hasil.... so pastikan terlebih dahulu bahwa tangga karier yang anda rintis disandarkan pada dinding-dinding institusi yang kokoh menopang anda.

Low Of Attraction VS Low Of Sunatullah
Jika mau kaya buatlah afirmasi terhadap sesuatu yang anda inginkan lalu biarkan dan lihat alam yang bekerja menariknya untuk anda.... bener gak yah ??????Low of Attracttion mengajarkan kita seakan kita menyembah kepada alam yang akan memberikan kita apa yang kita inginkan dan seakan menafi'kan keberadaan Tuhan pada posisinya sebagai pencipta. LOA menjadikan kita semakin jauh dari kehidupan keberagamaan kita.
Disisi lain Islam mengajarkan kepada kita sebuah rumusan hebat yakni Low Of Sunnatullah. Rumusan ini mengajarkan kepada kita bahwa hukum-hukum sunatullah yang berlaku di alam ini adalah sesuai kehendak Tuhan yang dapat dijelaskan secara Logis dan sesuai dengan nalar manusia. Low Of Sunatullah mengajarkan kepada kita bahwa setiap upaya yang dilakukan akan kembali kepada pemiliknya dan ukuran upaya akan berbanding lurus pada kadar hasil yang akan dicapai. Selanjutnya barulah kita serahkan kepada Tuhan dan perhatikan apa yang akan terjadi
Allah SWT berfirman " Barang siapa berbuat kebaikan meskipun sebesar biji zarah maka amalan itu akan kembali padanya dan barang siapa berbuat keburukan meskipun sebesar biji zarah maka amalan itu akan kembali pula padanya
Usaha + Doa = Tawakal
Rumusan inilah yang menjadi dasar rumusan Low of Attraction. bahwa setiap usaha kita pun haus disesuaikan pada hasil yang ingin kita raih. Jika kita menginginkan hasil yang banyak maka tuntutannya adalah lakukan upaya yang banyak pula. Jika ladang anda ingin menghasilkan hasil yang banyak maka upaya andapun harus disesuaikan dengan besaran hasil yang ingin dicapai pula. Inilah yang menjadi tolak ukur kesukesan seseorang dalam Low of Sunatullah, usaha keras harus dibarengi dengan upaya cerdas Islam mengajarkan kepada kita untuk berupaya sekeras mungkin dan secerdas mungkin jika ini telah diupayakan dengan baik maka kita tinggal menyaksikan apa yang akan terjadi.....

komunikasi
Sering kali kita mendapatkan lawan bicara kita memiliki standar, level, tingkatan yang berbeda dengan kita, hal ini menyulitkan kita untuk berkomunikasi dengan baik. GAP ini mengakibatkan adanya kesenjangan komunikasi yang terjadi.Untuk menghindari hal tersebut sesuaikan diri anda, tinggikan standar anda jika lawan bicara anda memiliki level dan tingkatan yang lebih tinggi jangan rendahkan diri anda dihadapannya hal ini enghincari anda diremehkan oleh orang lain sehingga menghambat proses komunikasi. Turunkan standar anda jika lawan bicara anda memiliki level dan tingkatan yanglebih rendah, hal ini dilakukan agar anda dinilai sebagai pribadi luhur yang tidak sombong.
Pola komunikasi yang baik menandakan bahwa anda memiliki tingkat kemampuan adaptasi yang tinggi dan pribadi seperti inilah yang memiliki kesemptan untuk memiliki link dan jejaring yang jauh lebih luas.

Batas Waktunya Kapan ?
Batas waktu dibuat untuk menentukan KAPAN u MEMULAI
Seorang pendaki gunung pernah mengatakan, "tidak perduli berapa lama kaki ini melangkah asalkan terus berjalan pasti akan sampai". Kewajiban kita adalah fokus pada orentasi proses yang kita jalankan dan bukan pada batasan waktu yang ada. Jika fokus pada batas waktu limit, yang ada hanya membuat kita stress dengan time limited yang kita buat.
Mulailah saat ini dan jangan menunda. Penunda sejati hanya akan menjadi pecundang sejati.

Kapan BATAS WAKTUNYA ?
Batasan waktu yang kita buat bukanlah tanda yang menentukan habisnya waktu pencapaian.
Batasan waktu dibuat adalah untuk menandakan KAPAN WAKTUNYA MEMULAI.
seorang pendaki gunung pernah mengatakan, "Tidak perduli berapa lama kita berjalan asalkan terus melangkah pasti akan sampai". batasan waktu kita buat adalah untuk memulai sehingga tidak perlu terfokus dengan proses panjang yang kita lalui asalkan kita telah memulai dan berproses tinggal lihat apa yang akan terjadi. Kunci dari setiap pencapaian adalah pada " WAKTU u MEMULAI "terkadang justru kita tidak pernah memulai melakukan tahap demi tahap dari proses pencapaian yang harusnya kita lakukan. Akibatnya banyak diantara kita yang hidup menjadi pemimpi sejati dari pada pencetak sejarah yang ulung.




